Butuh
waktu satu semester untuk menentukan siapa yang akhirnya sesuai dengan
karakteristik saya. Alhasil, dia lah yang menjadi teman paling dekat saya di
antara teman sekelas lain. Memang, kami sekelas sangat lah dekat, tapi di
antara yang dekat pasti ada yang terdekat.
Ada
temen saya yang namanya Feny, dia barusan ulang tahun bulan lalu yang ke-22,
dan dia ini hobinya membaca dan menggalau. Kalo menggalau sukanya di status
BBM-nya, kesamaannya sama saya, sama-sama jahil dan nggak ngurusan. Hahaha
Yang
kedua ada Winda, asalnya Magelang. Dia seangkatan sama saya S1nya, kemudian
lulus dan menikah. Saat ini dia sedang mengandung anak pertama. Tiap sore pas
pulang kuliah, saya kalo nggak dia pasti mendekat dan nanyain “Pengen makan
apa?” Nah habis itu kita jalan buat makan bareng deh. Kapan itu tiba-tiba dia
ngidam burger dan mc flurry, kemudian ngidam steak, ngidam makanan berbumbu
‘tajam’ yang akhirnya kami pergi ke Gotri, trus yang terakhir dia ngidam jamur
crispy dan singkong keju. Sejauh ini ngidam-nya masih bisa dijangkau. Kalo
akhir pekan, dia selalu pulang ke Solo buat ketemu suaminya dan liburan, terus
balik lagi ke Jogja malemnya. Saya jadi tau gimana psikologisnya orang yang
lagi hamil, mood swingnya seperti apa, dan jadi sering nge-gandeng dia. Selama
makan pun kita saling cerita ini itu yang membuat makin klop. Perkiraan
lahirannya sekitar bulan Agustus, itu artinya pas PKPP. Jadi dia semester depan
akan cuti setahun, kemudian mulai PKPP dan Tesis waktu anaknya usia setahun
lebih. Masya Allah....hebatnya..... saya salut sama perjuangannya Winda. Semoga
anak nya jadi anak yang pandai segalanya.
Karena
saya ada di absen 2, maka kemana-mana saya selalu kelompokan dengan absen 1.
Itu otomatis...dan absen 1 ini adalah seorang perempuan enerjik bernama mbak
Sita. Ia ini sudah senior saya 5 tahun-an kira-kira. Udah pengalaman kerja, dan
seorang hiker. Hobinya manjat gunung, udah kelihatan dari barang yang dipakai.
Mulai dari tas carrier dan jaket gunungnya. Tapi hebatnya, dia selalu pingin
belajar dan belajar, nggak pernah merasa bahwa dirinya paling pintar padahal
usianya senior jauh di atas saya, UGM lagi kan. Setiap kali dia jadi observer
saya, selalu memberikan masukan yang bermnafaat dan bisa membuat saya menjadi
belajar. Saya pun berusaha begitu kepadanya. Semangat untuk kita mbak Sita!
Ada
seorang teman yang namanya Kiki, dia dari Undip. Biasa dijuluki juragan e-book,
karena koleksi e-booknya banyak banget. Setiap kali ada e-book baru pasti dia
yang nomer satu, kemudian karena kosnya dekat fotokopian maka ia yang bagian
fotokopi buku buat sekelas. Ditambah lagi dia adalah juragan pulsa, wah
wirausahawati tenan ini orang. Karena saya sering duduk sebelahan sama dia,
saya dapet beberapa info seperti pulsa gratis dari wechat, saya pun nyoba
caranya dia. Dari cara tersebut dia bisa punya pulsa yang jumlahnya 800ribu
dong sekarang... apa-apaan coba.... Nah, bibit dari bersabar selama hampir 3
bulan ternyata menuai hasil. Beberapa waktu yang lalu saya dapat kiriman pulsa
yang kalau ditotal yaitu 200ribu. Saya nggak tahu, dermawan macam apa yang
dengan loyalnya memberikan saya pulsa segitu banyak? Ternyata waktu saya cerita
ke Kiki, dia bilang, “Itu kan dari wechat....” Hahaha...baru sadar.
Alhamdulillah....ternyataaa..... yaah lumayan lah ya, untuk beberapa bulan ke
depan nggak perlu ngisi pulsa, karena udah ada persediaan.
Komentar