Resensi Film Mengejar Matahari

 

Film yang disutradarai oleh Rudi Soedjarwo ini mengisahkan tentang 4 sahabat yang bersahabat dari kecil hingga mereka dewasa. Mereka yang tinggal di komplek rumah susun di pinggiran Jakata ini mengalami berbagai hal. Ada Nino (Fedi Nuril), Ardi (Winky Wiryawan), Apin (Ujo), dan Damar (Fauzi Badila) yang memiliki ritual permainan mengejar matahari setiap sore hari. Mereka tumbuh dewasa bersama-sama. Masing-masing memiliki karakter yang berbeda-beda. Apin yang unik dan lucu dari kecil bercita-cita menajdi Sutradara dan ia merekam setiap momen dalam kehidupan mereka dengan handycam hadiah saat Apin berulang tahun ke-17. Ardi yang anak dari purnawiraman Polisi yang diasuh dengan pola asuh yang otoriter sehingga ia tumbuh dalam tekanan. Damar yang ditinggalkan dari kecil oleh Ayahnya, dan hanya tinggal berdua bersama Ibunya yang jarang menengoknya ini pun tumbuh menjadi anak dengan karakter pemarah dan mudah naik pitam. Yang paling harmonis adalah keluarga Nino, sehingga ia tumbuh menjadi anak yang memiliki karakter dewasa dan sebagai pemersatu antara mereka. Selain mereka, ada tokoh bernama Obet yang merupakan preman di kawasan rumah susun, ia pernah menghajar seorang anak sampai mati yang disaksikan oleh ke-4 sahabat ini. Sehingga oleh mereka ber-4, Obet dilaporkan polisi dan dipenjara.

Hari demi hari dilalui hingga datanglah saudara jauh Nino yang bernama Rara (Agni Pratista) yang memiliki karakter lovable dan sangat ceria. Ia hidup sebatang kara namun tetap ceria. Ardi dan Damar jatuh hati pada Rara, namun Rara lebih memilih Ardi yang selalu memerhatikannya. Inilah yang memicu persahabatan antara Ardi dan Damar pecah, mereka terlibat perkelahian yang mengakibatkan mereka bedua terluka parah. Kabar buruk lainnya adalah Obet telah keluar dari penjara dan ingin membalaskan dendamnya pada ke-4 sahabat ini. Obet mulai mencari gara-gara, di saat persahabatan antara Nino, Damar, Apin dan Ardi berantakan. Diam-diam Obet dan kawanannya membuntuti Aping dari belakang dan membunuh Apin dengan pisau. Hal ini memicu amarah Damar untuk membalas dendam pada Obet. Damar membeli senjata api dari uang tabungannya, dan bersama Nino serta Ardi berkelahi melawan Obet dan gerombolannya. Di saat Ardi dan Nino sedang berkelahi, Damar pun datang dan menembakkan pistolnya pada Obet yang mengakibatkan Obet tewas seketika. Tentu saja setelah itu Damar langsung ditangkap Polisi dan masuk penjara. 

Beberapa tahun kemudian, selepas duka. Ardi dan Nino telah menjadi seorang yang hampir di ambang sukses. Ardi masuk ke Akademi Kepolisian dan akan lulus, dan Nino selesai sarjana dan diterima S2 di Amerika. Mereka bertemu kembali di titik awal saat mereka biasa melakukan ritual mengejar matahari, demi Apin dan Damar, mereka berlarian. Matahari bagi mereka ialah persahabatan yang telah mereka lalui selama ini, meskipun ditelan oleh waktu, memori dan kenangan persahabtan itu akan selalu terukir indah di benak masing-masing.

Film yang sangat recommended untuk ditonton, mengajarkan pada kita bahwa persahabatan itu tidak akan lepas ditelan oleh waktu. Banyak hal yang bisa dipetik dari film ini, momen-momen mengharukan yang membuat air mata berlinang, dan kejadian lucu yang membuat tertawa. Meskipun sudah dari tahun 2004, film ini saya rasa masih sangat layak untuk ditonton lagi untuk kita bisa menghargai indahnya persahabatan dan mensyukuri setiap momen dalam hidup.

Komentar