Launching Buku Malang Menulis

Di usianya yang menginjak 1 tahun ini Komunitas Malang Menulis yang saya ikuti me-launching buku Antologi yang merupakan kumpulan tulisan-tulisan dari anggota Malang Menulis. Termasuk saya yang menjadi bagiam dari penggembira komunitas ini. Saya yang satu tahun lalu masih berdomisili di Malang dan masih dipusingkan oleh skripsi, memilih untuk bergabung dengan Komunitas yang isinya orang-orang yang jago menulis dan setidaknya ingin belajar untuk menulis. Pilihan saya tidak salah ternyata, seiring bertambahnya waktu, anggota kian bertambah meskipun saya harus ditinggal oleh senior saya yaitu Mbak Ekky (mantan PM 1) yang juga founder dari Komunitas ini ke Papua karena mengikuti suaminya yang berdomisili di sana.

Sampai beberapa bulan kemudian, saya masih sangat aktif di pertemuan-pertemuan yang diadakan, hingga pada pertengahan tahun saya mulai disibukkan dengan Sidang skripsi yang kian dekat dan mengurusi segala macam keperluan menjelang kelulusan. Saya memilih untuk aktif di grup facebook saja, memantau setiap kegiatan, dan saya seperti kehilangan sense of belonging dari komunitas ini. Saya merasa kurang menjadi bagian dari mereka lagi, akhirnya setelah bulan Oktober 2013 lalu saya pun pindah ke Surabaya, alhasil intensitas pertemuan menjadi sangat berkurang. Meskipun begitu, saya telah mengirimkan beberapa karya selama menjadi anggota komunitas ini untuk dibukukan bersama karya-karya lain. 

Senang rasanya bisa menjadi bagian dari keluarga Malang Menulis meskipun sekarang saya tidak lagi berdomisili di Malang. Tapi semangat untuk tetap menulis akan terus ada, dan terus mengalir. Kepengurusan Malang Menulis telah berganti dan saya tetap menjadi bagian dari mereka tentu saja...
Launching buku perdana yang bertepatan dengan Ulang Tahun pertama kemarin berlangsung lancar di Toko Buku Toga Mas Malang, partner sejati Komunitas Malang Menulis nih.

 ini buku kami "Antologi Bakso Arema"

Semoga buku ini menjadi penyemangat saya untuk tetap mengalir menulis dengan ciri khas tulisan saya yang kata orang "meledak-ledak", hahaha...bisa jadi trademark sih ya.

Sepulangnya dari sana, saya mampir sebentar ke kosan sahabat saya, Istiqomah yang lagi kesepian sendirian di kos, haha. Kemudian sebelum pulang ke Surabaya, saya ditraktir sama salah satu sahabat saya juga yaitu Saddam yang baru selesai sidang Kompre, selamaat yaa...sudah menyandang gelar S.T. 

Di perjalanan pulang, saya random gitu jadi keinget kejadian tadi pagi waktu  berangkat dari Terminal Bungurasih, saya melihat banyak kondektur cewek dan beberapa makelar, apa ya sebutannya...jadi dia orang yang teriak-teriak Bis apa yang datang, mengantarkan penumpang dan dapat upah dari kondektur bis, makelar ini pun cewek. Padahal yang saya sering lihat nggak pernah tuh ada makelar cewek, yaa ini lah namanya emansipasi.

Anyway, sedikit keluar dari topik. Saya cuma mau berpesan kepada temen-temen cewe yang ga tahan dengan bau asap rokok, tegur aja deh orang yang ngerokok itu. Hak kita masing-masing kok untuk menghirup oksigen dan udara bebas dan tidak tercemar asap rokok.

Komentar