Inner Peace

Beberapa hari belakangan mendadak menjadi hectic karena urusan ujian. 
Ya, ujian mayor telah datang.
Ujian yang akan menjadi ujian "exit" di blok ini. 
Bulan April yang tidak terasa akan segera berakhir, benar-benar ditutup oleh ujian, seperti yang saya perkirakan.

"Kerjakan HPP dengan hati senang, bagaimanapun kondisinya....."
itulah kata-kata dari Prof K yang selalu saya ingat. Setiap kali kelas psikologi positif, tidak hentinya beliau selalu menyinggung soal HPP yang menjadi makanan wajib tapi di-denial oleh kami.
Tapi, sejak hari Jumat tanggal 25 lalu, saya berusaha untuk menghadapi kenyataan tersebut. Layaknya ksatria yang gagah berani menghadapi musuhnya, saya juga akan menghadapi HPP dengan mengerjakannya. Karena apa? Karena saya dapat jadwal Ujian hari Senin tanggal 27-nya. 

Banyak hal yang akhirnya membuat saya menjadi sadar bahwa apa yang kita kerjakan pada akhirnya, kembali pada apa yang kita niatkan. Membuat perdamaian untuk diri sendiri, jauh lebih susah dengan membuat perdamaian dengan orang lain. Itulah sebabnya mengapa kecerdasan intrapersonal merupakan satu bagian tersendiri dari 7 kecerdasan manusia. 

Mengolah emosi, pikiran, menjadi satu hal yang saling terintegrasi merupakan hal yang butuh latihan. Hukum resonansi itu ternyata benar adanya, ketika dalam proses berdamai dengan diri sendiri, saya menemukan suatu websit. Website tersebut merupakan sebuah organisasi untuk menyebarkan "peace in, peace out" di seluruh dunia. Anggotanya berusia 18-30 tahun yang notabene adalah orang-orang muda. Mereka menyebarkan virus peace in peace out atau yang biasa disebut PIPO ini dengan cara meditasi.

Meditasi? 
Sangat menarik, untuk orang yang sedang belajar tentang mindfulness seperti saya. Dalam kelas Transpersonal, kami diajarkan untuk melakukan meditasi juga dengan cara yang hampir sama. Namun, di website ini diajarkan secara detail bagaimana memulai melakukan meditasi, kemudian step-stepnya secara detail dengan video dan guided imagery. Latihan yang dilakukan bisa secara online maupun offline. Awalnya saya tertarik untuk membuka komunitas ini karena ada summit-nya di Thailand pada bulan Juni mendatang. Tapi ternyata harus memenuhi syarat untuk melakukan 42 hari meditasi yang disyaratkan oleh mereka. Kerennya adalah, mereka menyediakan coach yang telah berpengalaman untuk memberi feedback atas apa yang telah kita lakukan selama meditasi. How wonderful! 

Inner peace, seperti yang selalu dibicarakan oleh Pak Ndaru adalah kondisi individu yang bebas dari segala "wanting" dan melepaskan, membersihkan hati agar bisa menciptakan kedamaian dari dalam diri. Ketika dari dalam diri, unit terkecil dari dunia ini telah bisa membersihkan dan menerima segala kekurangan serta kelebihan, maka amplifikasinya akan menuju ke luar yaitu komunitas sekitarnya. Jadi, jangan harap untuk bisa melakukan perubahan apabila kita masih memaksakan kehendak pada orang lain. Yang perlu dirubah adalah diri sendiri, agar lebih positif, lebih damai, dan in sha Allah teramplifikasi ke luar, orang-orang di sekitar kita.

Anyway, saya masih belajaran dengan orang-orang yang sudah expert ini. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris juga, saya paham dengan apa yang mereka katakan, tapi seringkali saya susah untuk menjelaskan maksud saya dengan bahasa Inggris. Yeah, maklumin yaa....

Inilah beberapa link yang mengajarkan kita tentang mengenali diri, mengembangkan diri. Yuk, belajar menciptakan inner peace dari dalam diri! 

Komentar