Ramadhan ter ...........

Sebulan terakhir adalah bulan Ramadhan dimana bagi umat Muslim merupakan bulan spesial karena sebulan penuh menghadapi yang namanya puasa. Menahan segala bentuk nafsu duniawi, yang tentunya tidak mudah. Menjadi sabar dan tawakkal adalah proses yang tidak cepat. Tiba waktunya besok, adalah hari terakhir berpuasa di tahun ini.

Ada rasa yang tidak biasa. Ketika mengikuti tarawih malam ini, rasa tercekat yang kalau bisa dideskripsikan adalah sedih dan haru. Sedih karena Ramadhan ini akan segera pergi meninggalkan kita semua, sedih karena Ramadhan kali ini tak lagi sama karena tanpa bapak di tengah-tengah keluarga, tapi juga ada rasa haru karena ada hal membahagiakan yang akan saya bahas suatu hari nanti saat waktunya tiba. 

Selama Ramadhan kemarin, pekerjaan tetap terus berjalan. Menghadapi mahasiswa-mahasiswa menggemaskan yang membuat saya berproses untuk lebih menurunkan ego, idealisme dan standard yang mungkin terlalu tinggi bagi mereka. Tidak apa...
Belajar memaafkan karena sudah dikecewakan di satu tempat kerja, tapi ternyata saya tak bisa menyimpan kekecewaan terlalu lama. Karena rasa itu harus segera direlease agar tidak menjadi toxic.
Juga belajar untuk tidak lari dari kesalahan karena harus bertanggung jawab atasnya.
Saya juga memutuskan satu hal besar dan berani dalam hidup di Ramadhan tahun ini, yang insha Allah menjadi awal baik bagi kehidupan di masa depan baik bagi saya maupun keluarga. Niat baik akan menemukan jalan yang baik juga kan?
Ramadhan kali ini saya tidak banyak menghabiskan waktu untuk buka bersama dengan teman-teman di luar, hanya lingkaran terdekat saya. Entah kenapa, memang benar kata orang-orang di luar sana bahwa semakin bertambahnya usia, teman akan terseleksi dengan sendirinya. Sehingga siapa yang benar-benar masih bersedia untuk di sekitar kita hingga detik ini, dialah yang bisa dikatakan sebagai sahabat. 

Beberapa hal tersebut tentunya harus disyukuri. Berbagai kejutan-kejutan yang tidak terduga selalu Allah hadirkan di hidup saya hingga sekarang. Tak ada kata lain selain Alhamdulillah dan terima kasih ya Allah.

Ramadhan tahun 1439 Hijriah ini memberikan warna tersendiri bagi saya. Ramadhan ter ........ saya tidak bisa mendeskripsikan hanya dengan satu kata, mungkin wonderful, colorful, magical, atau apapun itu. Tinggal satu hari lagi, menuju hari raya Idul Fitri yang insha Allah akan diwarnai di hari pertama dengan mudik ke Tuban. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana kami tetap stay di Surabaya dan berkumpul di rumah Nenek, tahun ini menjadi berbeda karena satu dan lain hal. 

Bagaimanapun juga, harapan saya supaya dari Ramadhan ini kita menjadi orang yang lebih berkualitas di hadapan Allah. Aamiin ya robbal alamin.

Anyway, saya baru sadar setahun yang lalu di tanggal 13 Juni ini saya dinyatakan lulus dari Mapro dan berhak atas gelar baru. Ternyata, setahun yang lalu sudah berlalu dan banyak perubahan yang terjadi di hidup saya setahun terakhir. Perubahan yang menjadikan saya berproses dan terus belajar. Yeah, belajar untuk menjadi orang yang lebih pandai lagi menghadapi hidup yang fana ini. 

momen 13 Juni 2017 bersama pembimbing dan penguji tesis 

Komentar